Kata kitab suci, hendaknya kita semua harus berpanjangsabar. Penuh dengan pengendalian diri. Sifat pengendalian diri menunjang agar kita gak mudah marah. Agar kita terhindar dari dosa yang diakibatkan karena kemarahan yang tidak terkendali.
Buat gue, ini adalah sifat yang susah dipraktekkan. Karena Rose seorang cewek yang bertemperamen keras. Gampang tersinggung kalau soal prinsip. Dan gue bukan tipe cewek yang halus sehingga dapat menyembunyikan perasaan marah dari raut muka. Selalu aja wajahku cemberut saat kesal sama orang.
Contohnya yang terjadi hari ini. Ada seorang user cina yang sok sekali. (maaf, bukan rasialis, toh gue pun ras yang sama pula). Datang masuk warnet, terus bertanya², pake provider apa ? server pake apa ? softwarenya apa aja? banyak virus gak ? bla bla bla … disertai dengan pelecehan². Sebenernya jika ditanya dengan baik² dan nggak sok pintar, tentu gue pasti akan senang hati pula jawabnya.
Kemudian dia menyuruh gue instal ini itu, alasannya pengen pakai komputer berbahasa mandarin, huek… dalam hati gue, ‘wah sok betul, emang kenapa sih dengan komputer berbahasa inggris ?’ Gue bilang aja, ‘wah saya petugas gajian di sini, gak ngerti instal komputer.’ Yah kan di kampung gue, berapa banyak sih user yang menggunakan komputer bahasa mandarin ? Lalu dia bilang, ’saya cek dulu komputernya, baru saya putuskan mau make atau nggak’ huuu…
Pas bayar, dia bilang begini, ‘wah cukup lambat’, huekkk… Bayar juga cuma 3 ribu perak, astaga… Gue cuman merasa, kayaknya harga 3 ribu terlalu murah untuk membayar semua komentar² yang melecehkan itu.
Gue bukan gak suka dikritik. Gue suka kok jika ada kritik membangun. Tandanya orang lain perhatian dengan kita. Hanya mengapa harus disampaikan dengan cara yang merendahkan ? Gue suka kesal dengan user² yang gak tau diri. Pengen dapat internet cepat, tapi juga semurah mungkin. Aduh plz deh… di kampung gue, hanya 1-2 ISP yang tersedia, berbeda dengan di kota² besar yang punya segudang ISP dan harga yang jauh lebih murah, bisa aja kita naikkin kecepatan dengan meningkatkan banwit segede²nya, tapi emang user mau ngebayar 2x atau 3x lipat dari harga sewa biasa ? Belon lagi dengan user yang memiliki hobby menyalahkan koneksi internet lambat padahal yang terjadi juga karena kegaptekan mereka. Gue kira biar koneksi internet cepet pun, komputer mana yang gak hang saat dibuka 20 browser sekaligus berbareng dengan mIRC dan Yahoo Messenger ?
Yah mungkin gue harus lebih banyak bersabar. Kalau udah gak tahan lagi, gue biasanya tinggalin aja, suruh orang lain aja yang urus, daripada si user kena sindiran tajam gue. Gue gak pernah sangka mengelola warnet bener² menguras emosi, karena bertemu dengan begitu banyak tipe macam orang. Semoga kiranya gue bisa bertahan dalam pekerjaan ini, toh bukannya dari dulu gue suka dengan internet